Hey, kau yg disana...
.
.
Maukah sejenak kau pelankan langkahmu itu?
Sedari pagi kau tergesa mengejar mimpi-mimpimu.
Beristirahat lah sejenak, hanya sejenak
Pejamkanlah matamu dan temuilah aku.
Bukankah sudah sangat lama sejak terakhir kali kita berbincang?
Kau awali harimu dengan tergesa, kau lupa pada istirahatmu, lalu saat mentari kembali ke peraduannya, langkahmu tetap tergesa, agar malammu tak terbuang percuma.
.
.
Pejamkanlah matamu barang sejenak
Tidakkah kau rasakan sajak demi sajak yang dibawakan oleh hembusan angin?
Dapatkah kulitmu merasakan belaian lembut partikel air yang terbawa di udara disekitarmu?
Apakah kau dengar nyanyian damai yang terbawa bersama aliran air?
Masihkah kau rasakan belaian lembut malam yang merengkuhmu dalam peluknya?
Sudah sangat lama,
Terlalu lama untuk satuan penghitung waktu yang bangsamu ciptakan,
Tapi bagi kami, semua masih terbentang didepan, dan berjuta-juta kenangan masih terus mengalir
Sejak derap langkah yang senantiasa menyelipkan kasih dalam setiap geraknya hingga kini telah bergeser menjadi derap langkah yang selalu tergesa seperti milikmu,
Kami masih tetap disini, beribu, bahkan berjuta-juta wajah telah kami rengkuh,
Tapi tak banyak yang melihat kembali pada kami
Dahulu cinta dan kasih mengalir untuk kami, seperti halnya kami membanjiri mereka dengan kebahagiaan dan kenyamanan
Kami bertahan, berharap nyanyian kami masih terdengar dan kasih kami masih bergetar dalam aliran darah dan bersemayam dalam hati kalian
Kami bertahan, walau kini nyanyian kami terdengar lirih diantara hingar bingar kehidupan kalian
Kami bertahan, tetap merengkuh kalian dalam belaian lembut yang selalu kami tawarkan berharap setetes perhatian akan menghilangkan dahaga kami...
Nyanyian damai kami, belaian lembut yang disampaikan angin malam, sajak indah yang dikumandangkan desiran angin... Masih tetap sama... Masih tetap pada tempatnya..
Kapanpun rindumu datang dan membawamu, kami masih ada, untukmu dan dunia barumu..
.
.
Ingatlah, luangkanlah sejenak waktumu, tersenyumlah seperti yang selalu kau lakukan di masa lalu
Lupakanlah sejenak ambisimu, kembalilah ke masa dimana kehidupan masa kecilmu yang penuh kepolosan dan keceriaan
Lupakanlah sejenak beban di hidupmu, berlarilah tanpa jubah berduri yang kau selalu kenakan.
Rasakan bagaimana ia memelukmu, merengkuh jari jemarimu, kasih sayang yang sama seperti saat kau pertama datang ke dunia ini mengalir melalui setiap nafas yang kau hirup...
Kami merindukanmu, dengan kepolosan dan kasih sayang yang dulu tak lupa kau berikan kepada kami, dengan langkah kecilmu yang selalu dipenuhi rasa ingin tahu dan kebahagiaan.
Alam sekitarmu, yang kini semakin menua, yang selalu membagi kasih sayangnya, namun kau lupa untuk membagi kasihmu untuk mereka.
Diselesaikan di kantor, 14 Juni 2018






0 comments:
Post a Comment
Please leave your comment