#latepost
22 Februari 2014
Berpisah lagi dari keluarga yang sekarang hanya terdiri dari bapak, Dek na dan koming.
Perkuliahan dimulai tanggal 24 februari 2014
Mau tidak mau, walaupun hati masih sedih ditinggal sosok ibu tercinta,
Akku harus berangkat, paling tidak semester depan pulang dengan membawa berita wisuda.
Aku berjanji sama ibu akan membawa beliau ke wisudaku kali ini.
Walaupun raganya sudahh tidak bersama kami lagi, doa dan kenangannya masih selalu menyertai.
Ibu, Bapak. Doa kalianlah yang menjadi bekal semangatku disini.
Restu kaliian sebagai cambuk keberhasilan, untuk membuktikan pada dunia, wanita pun sanggup menjadi panutan dalam keluarga.
Ibu yang kini berada dekat dengan Tuhan,
Doakanlah kami selalu, aku, dekna dan koming agar mencapai kesuksesan dan menjadi anak2 kebanggaanmu selalu.
Thursday, February 27, 2014
Pergi untuk kembali. Pasti.
Monday, February 17, 2014
Satu bulan
14 februari 2014
Genap satu bulan sejak kepergian ibu
Masih sering sedih setiap lihat lemari baju ibu, tempat duduk yg disukai ibu, denger lagu yg sering dinyanyiin ibu.
Tapi bagaimanapun hidup harus tetap berjalan, pasti ibu di sana tidak pernah senang melihat kami terpuruk dalam kesedihan.
Di handphone Ibu, tersimpan sebuah catatan suara Ibu saat masih sehat dulu.
Setiap saat aku rindu, catatan itu aku putar lagi.
Catatan suara berdurasi 3 detik yang isinya "hallo kamu lagi ngapain sih?" yang dibuat saat ibu iseng di waktu senggang dulu sudah cukup mengobati rindu dan mengingatkan bahwa ibu yang selalu bersama kami sekarang sudah tidak kesakitan lagi.
Ibu, aku pasti akan memenuhi permintanmu untuk selalu menjaga kedua adik.
Aku akan tumbuh menjadi wanita dewasa yang kuat, yang mampu menjadi sepertimu bu.
Sunday, February 16, 2014
Selamat jalan, Ibu
#latepost
Selasa, 14 januari 2014
Selamat jalan ibu,
Setelah 8 tahun berjuang melawan penyakit kanker payudara, perjuangan ibu mencapai akhirnya.
Penyakit kanker itu telah mengalami metastase ke hati dan empedu ibu.
Banyak hal yg masih ingin aku ceritakan pada ibu.
Banyak pelukan kasih sayang yang masih ingin aku bagi dengan ibu
Tapi Tuhan terlalu sayang pada ibu sehingga memanggil Ibu lebih dulu
Ibu, aku sangat tersentuh dengan semangat ibu untuk hidup, bahkan semangat itu masih sangat aku rasakan di detik-detik akhir kepergian ibu.
Sungguh bu, aku ingin menjadi wanita yang kuat seperti Ibu.
Wanita yang mampu menyayangi keluarga setulus ibu
Wanita yang mampu mengajarkan berbagai hal indah yanng tersimpan di dunia
Wanita yang selalu waspada pada hal-hal disekitar,
Sungguh Bu, masih banyak hal yang masih belum sempat aku pelajari dari ibu
Dan masih banyak hal di dunia ini yang belum sempat aku tunjukkan padamu bu.
Tapi darimu pelajaran hidup yang sangat berharga telah aku dapatkan
Tentang mencintai dengan tulus, pengorbanan untuk keluarga, pelayanan kasih tiada terkira.
Sungguh Bu, hanya ada satu wanita yang mampu seperti itu.
Hanya kau, Ibu.
Selamat jalan Bu, doa kami -anak-anakmu- selalu bersamamu.
Kami menyayangimu, selalu.










