Halo

Selamat datang di blogku

:D

Semangat!!!

:D

Bahagia adalah hakmu, jangan biarkan orang lain menentukannya untukmu

:D

Jangan lupa, setiap kali kau beruntung berarti satu lagi doa ibumu dikabulkan

:D

Ingatlah untuk selalu berbahagia

Friday, October 12, 2012

Pelajaran dari arena RollerBlade

Saat weekend beberapa minngu yang lalu, saya dan orang istimewa saya mencoba masuk ke arena RollerBlade di sebuah mall di daerah Jakarta Selatan. Sebagai pemula, dengan usia yang sudah kepala dua tapi masih tampak seperti anak SMA, saya mencoba sepatu roda yang kerennya disebut "RollerBlade" untuk yang pertama kalinya. Yaaah, tidak ada kata terlambat kan untuk belajar sesuatu yang baru, usia pun tidak masalah, yang penting pede.. heheheheh :)

Di arena tersebut cukup ramai karena memang weekend. Tapi diramaikan oleh adik2 sekitar usia 6-14 tahunan beserta orang tuanya. Awalnya malu juga mengingat saya jadi yang paling jangkung di arena rollerblade itu. heheehehe :)

Pertama kali menggunakan sepatunya, saya bahkan tidak berani berdiri karena merasa tidak seimbang.. Sementara itu pasangan saya juga sudah sangat lama tidak pernah mencoba sepatu roda. Alhasil untuk bangun saja say harus berpegangan erat2 pada sekitar.. Untung mas-mas penjaganya baik dan bersedia membantu. Pertama kali berdiri sudah jatuh, kedua kali jatuh lagi, ketiga kali jatuh lagi. Bada saya sakit semua. Tapi kemudian saya melihat adik-adik di sekitar saya yang sudah pandai menggunakan sepatu roda. Saya semangati diri agar bisa bangun dan mulai belajar dari awal. Sedikit demi sedikit usaha saya untuk belajar berhasil (walaupun badan sudah remuk redam hehehe).

Beberapa jam berlatih, saya dan pasangan saya mulai lancar berjalan menggunakan sepatu roda, kemudian saya duduk dipinggir arena, memperhatikan adik-adik kecil yang tengah asik bermain. Satu-dua orang dari mereka ada pula yang sedang dilatih oleh mas-mas penjaga disana. Dalam beberapa saat mereka sudah bisa berjalan di atas sepatu roda!!! Voalla... benar benar berbeda dengan saya yaah.. *jadi malu*. Tak sedikit dari adik-adik kecil itu yang terjatuh berkali-kali seperti saya tadi. Tapi mereka bangkit lagi dan mencoba lagi. Saya membayangkan sampai rumah itu badan mereka sakit gak ya? heehehehe

Dari kejauhan saya kemudian melihat tiga anak remaja perempuan datang ke arena rollerblade dan sambil tertawa-tawa mereka menggunakan sepatu roda tersebut. Ternyata mereka juga sama tidak bisa menggunakan sepatu roda. Tapi apa yang saya lihat, mereka tidak punya semangat dan keberanian sama sekali untuk mencoba meluncur dan mencicipi terjatuh di arena roller blade. Justru mereka hanya berjalan sambil terus berpegangan pada tembok selama beberapa saat. Kemudian satu di antara mereka  mencapai pinngiran tempat bermain roller blade dan melepas sepatu roda itu, sambil berkata akan berhenti main sepatu roda karena tidak kunjung berhasil. Waaaah sayang sekali yaah, padahal masih cukup muda dan cantik-cantik. Ckckckck

Pelajaran yang saya dapatkan hari itu sangat berharga, walaupun datangnya dari adik-adik kecil yang manis di arena Roller Blade
"Tidak peduli berapa kalipun kamu jatuh, bangkitlah dan coba lagi. Jika menyerah begitu saja kamu tidak akan tau seberapa besar kemampuan bertahanmu"
"Tidak akan pernah ada kata terlambat untuk mempelajari sesuatu, sekecil apapun pelajaran itu, itulah yang membuat hidup kita semakin berharga"

_etjie_

Friday, September 21, 2012

the one that got away, a song by katy perry

Pertama kali dengerin lagu ini waktu iseng ngeliatin lagu lagunya katy perry,
Liriknya bikin aku langsung jatuh cinta sama lagunya..
walaupun nih lagu udah lumayan lama,
tapi emang bagus..
hehehehe
video klipnya juga bagus..
kayanya katy perry emang bagus semua deh video klipnya..
*saking sukanya*

Lanjut ke liriknya..
this is it...

Summer after high school when we first met
We make out in your Mustang to radiohead
And on my 18th birthday we got that chain tattoos
Used to steal your parents' liquor and climb to the roof
Talk about our future like we had a clue
Never planned that one day I'd be losing you

in another life I would be your girl
We'd keep all our promises, be us against the world
in another life I would make you stay,
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away

I was June and you were my Johny Cash
Never one without the other we made a pact
Sometimes when I miss you I put those records on
Someone said you had your tatoo removed,
Saw you downtown singing the blues
It's time to face the music, I'm no longer your Muse


in another life I would be your girl
We'd keep all our promises, be us against the world
in another life I would make you stay,
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away

All this money can't buy me a time machine

Can't replace you with the million rings
I should've told you what you mean to me,
'Cause now I pay the price


in another life I would be your girl
We'd keep all our promises, be us against the world
in another life I would make you stay,
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away
The o-o-o-one (3x)


in another life I would make you stay,
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away


Thursday, September 20, 2012

Perjalanan

Aku berjalan di tengah keramaian, mencari bayangmu,
Berharap satu dari berjuta orang yang tumpah ruah di jalanan ibukota ini,
Ada dirimu, meski hanya pendar sinarmu yang dulu hangat kurasa,
Aku berjalan menyusuri jalan berhiaskan kerlip lampu kota,
Berharap satu dari berjuta bayangan yang kulihat adalah bayangmu,
Menyusuri jalanan luas terbentang dihadapanku…
Aku berjalan di antara ribuan jiwa, membawa lentera jiwaku yang separuhnya ada padamu
Berharap menyusuri lorong waktu, menemukan separuh jiwaku yang telah kau bawa pergi
Menemukan kepingan kisah kita yang takkan pernah kembali.
Menemukanmu yang dulu memujaku, menghujaniku dengan kasihmu..
Menatap ke belakang, saat waktu membawa semakin jauh kedepan..
Melihat kembali senyum di wajahmu yang mampu hangatkan hatiku,
Menatap ke belakang, berharap aku berada disana, di sisimu senantiasa..
Meronta pun tak mampu saat sang waktu membawa semakin jauh ke depan,
Aku ingin berhenti, lebur bersama kenanganku akan dirimu, akan kita dan kisah kita
Berharap masa itu, atau masa sekarang aku mampu temukan pendarmu diantara ribuan jiwa disekitarku
Aku mencintaimu, yang aku harap akan selamanya
Bersama bayangmu, mereguk sisa kehidupanku dalam angan dan berjalan dengan separuh jiwaku padamu
Aku berjalan menyusuri jalan setapak dengan setiap bayang mu dalam hidupku,
Sekarang, sampai akhir jalan setapak ini,,

Saturday, March 10, 2012

sebuah pengalaman

Pernahkah kau mencintai seseorang? Mencintainya dan merindunya selalu, bahkan rela menantinya hari demi hari dengan harapan ia akan kembali kepadamu dan menjalin kasih kembali denganmu? Menantinya penuh kasih lalu saat ia kembali kau ingin memeluknya erat dan memohon agar ia tak pergi lagi dari sisimu?
        Pernahkah kau mencintai seseorang, yang akan selalu kau maafkan bahkan saat ia berbuat curang dibelakangmu? Membuka lebar lebar pintu maafmu untuknya walaupun kau tahu hal itu menyakiti ego dan perasaanmu? Pernahkah kau dengan susah payah menata kembali puing puing kepercayaanmu kepada dia yang kau cintai setelah dia mematahkan setiap bagian hati dan perasaanmu dengan cambuk pengkhianatan?
        Pernahkah kau, yang dengan bangganya mengatakan pada dunia betapa kau mencintainya dengan sepenuh hatimu walau kau tahu betapa sakitnya tercabik oleh sebuah kekhilafan yang ia perbuat?
        Iya, itulah aku saat ini. Berdiri dengan luka berbalut kebanggaan karena berhasil mencintai seseorang dengan cara indahku sendiri.
        Akupun pernah mengatakan aku membencinya saat ia menyakiti hati dan perasaanku. Sama seperti apa yang orang lain akan lakukan. Namun sesuatu dalam hatiku mendorongku untuk tetap bertahan. Sisi jahatku membisikkan sesuatu, “Pembalasan setimpal akan tiba pada waktunya”. Aku bertahan dengan rasa benci yang berselimut cinta lampau. Hingga saat yang sisi jahatku harapkan datang. Sebuah pembalasan yang sempurna. Pengkhianatan dibalas pengkhianatan. Satu pijakan lagi maka rasa sakitku akan terbalaskan. Namun sebuah pucuk dari pohon kenangan menghentikan langkahku. Aku terhenyak. Dan akhirnya aku mendengar lagi bisikan dari sisi satunya “Pembalasan hanya akan menambah kebencian. Cinta yang kau tanam akan berbunga indah dan menyejukkanmu namun jika benci yang kau tanam akan tumbuh semak berduri yang justru menyakitimu.
Akupun mundur dan berbalik. Aku menyadari betapa aku mencintainya hingga aku mampu melangkah hingga sejauh ini. Sebuah ketukan di pintu maafku menyadarkanku akan rasa cintaku padanya. Aku mempelajari sebuah hal lagi dalam cinta, Jika seseorang yang kamu cintai menyakitimu dan kau inginkan pembalasan yang setimpal untuknya, biarkan waktu membalaskan untukmu, karna jika kau melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan padamu, maka kau tak ada bedanya dengan orang yang menyakitimu.
 

Saturday, February 18, 2012

Pertengkaran orang tua vs mental anak


Pernikahan adalah sebuah ikatan sakral yang menyatukan dua insan manusia. Setiap orang yang menikah maupun akan menikah, pasti mengharapkan kehidupan pernikahan yang bahagia dan berjalan selamanya.
Tapi, yang namanya kehidupan pasti selalu ada kerikil yang menghadang, pasang surut kehidupan, suka dan duka dalam sebuah pernikahan. Pertengkaran pun tak jarang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga.Ada pasangan yang mampu menghadapi badai yang terdapat dalam pernikahannya namun ada pula yang tidak mampu dan memutuskan untuk berpisah.
Postingan kali ini saya buat berdasarkan pengalaman beberapa kenalan serta kerabat dan juga opini saya sendiri.
Orang tua adalah tauladan untuk putra dan putrinya. Ketika orang tua bertengkar dihadapan anak, secara tidak langsung akan mempengaruhi mental anak anaknya. dampak tersebut antara lain :


1. Anak mengalami trauma
Pertengkaran hebat yang terjadi dihadapan seorang anak yang bahkan belum mengerti dunia orang dewasa, apalagi jika berujung kepada kekerasan yang dilakukan salah satu pihak ortu ke pihak lainnya dapat memicu trauma kepada sang anak sehingga disaat ia tumbuh dewasa traumanya akan menyebabkan ia menjadi pribadi yang sulit untuk mempercayai suatu komitmen dalam cinta seperti pernikahan, namun dalam beberapa kejadian trauma masa lalunya justru mengakibatkan seorang anak tumbuh menjadi seperti apa yang dilihat dan dialaminya selama masa kecilnya. Jika saat anak anak dulu ia melihat sang ayah memukuli ibunya, maka sedikit demi sedikit tertanam dalam benaknya bahwa apa yang dilakukan sang ayah adalah hal yang wajar sehingga ia akan melakukan apa yang dilihatnya itu kepada orang di sekitarnya.


2. Tidak respek
Jika orang tua bertengkar dihadapan anak dengan saling merendahkan maka anak akan menjadi kurang hormat pada orang tuanya. Misalnya saja seorang istri yang memiliki penghasilan yang lebih tinggi dari sang suami merendahkan suaminya dihadapan sang anak, maka sang anak bisa saja menjadi kurang respek kepada ayahnya karena ia merasa yang membiayai nya adalah sang ibu. Selain itu, bagaimana mungkin seorang anak akan mematuhi orangtuanya jika orangtuanya saja tidak mencontohkan hal yang baik dengan saling menghormati sebagai suami-istri

3. Kurang bisa menyayangi
Seorang anak umumnya akan menjadikan orangtuanya sebagai tipe suami atau istri mereka di masa depan. Misalnya seorang anak laki laki akan mencari istri yang pandai memasak seperti ibunya *tapi tidak semua lho* . Jika seandainya dalam pertengkaran orangtuanya ia mendengar kata kata "Jika nanti aku terlahir kembali aku tidak akan pernah mau menikah dengan wanita seperti kamu" maka sang anak akan merasa sang ibu bukan seorang yang patut ia jadikan panutan seperti apa yang ia pikirkan sebelumnya. Maka pupuslah harapan sang anak untuk mendapatkan istri di masa depannya yang seperti sang ibu.



Okaaaay..
itu adalah salah satu pendapat yang ingin saya share di blog ini..
Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada yang salah, mohon masukannya yaaah..
:)