Halo

Selamat datang di blogku

:D

Semangat!!!

:D

Bahagia adalah hakmu, jangan biarkan orang lain menentukannya untukmu

:D

Jangan lupa, setiap kali kau beruntung berarti satu lagi doa ibumu dikabulkan

:D

Ingatlah untuk selalu berbahagia

Thursday, December 12, 2013

GRAV3D

Kali ini saya akan membahas mengenai program milik UBC (University of British Columbia) yang bernama GRAV3D.
Pada dasarnya program ini bertujuan untuk memudahkan pengolahan data gravitasi dalam hal pemodelannya. Dalam ilmu geofisika, terdapat dua metode pemodelan yaitu Forward Modeling (pemodelan kedepan) dan Inverse Modeling (pemodelan kebelakang). Kedua metode ini lah yang dijadikan dasar dalam pemodelan di software ini.
Sesuai namanya, GRAV3D memodelkan data dalam bentuk tiga dimensi. (dibuat dengan sel-sel tertentu)
Untuk keperluan studi (bukan untuk bisnis) UBC dapat memberikan lisensi program ini, tetapi hanya memiliki keterbatasan sel nya 12000 saja.
Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai software ini dapat dilihat di websitenya disini

Friday, November 22, 2013

Homesick

It's night already but I can't sleep yet.
I just missing home. I miss those time when my family : my parents, my sisters and me are enjoying our time together. Even though it just watching television together or we're just having dinner together.
I miss my mom. I remembered when she is still healthy. She'll always be the one who listen to my story, about my life, my career, my boyfriend or anything that I want to share. She is the one who lack of sleep due to taking care of me when I was sick. But this night, I remembered my mom, I cried a lot. I missed her. She is sick now. She has a cancer. In her breast. And right now, I am not there, beside her to comfort her. I have to study in another island. I missed her. A lot. I just hope that she'll get better soon. I don't care to any other things. I love her. I love my families. I want to be gathered with them as soon as possible. I love you.

Thursday, October 17, 2013

Hati hati yah :)

saat ini saya tidak terlalu suka terhadap laki-laki yang bahkan jika mau ke toilet pun *maaf* diupdate statusnya atau ber"kicau" di timelinenya.

Pernah suatu kali saya berkomentar di status teman, dan sepertinya komentar saya membuat dia tersinggung
Bukannya bilang langsung kepada saya, dia malah membuat status dalam bahasanya *yang saya sebenarnya juga mengerti* intinya mengatakan bahwa saya berkomentar seolah olah yang saya miliki lebih baik dari dia. Padahal sebenarnya dalam komentar tersebut maksud saya hanya bercanda. 

Yaah kesensitifan orang kan berbeda-beda. Salah saya juga sih, langsung mengarah pada unsur yang menyinggung. Hehehe


Nah, dari sana saya belajar agar berhati hati dalam berkomentar dan juga berbicara.

Tapi intinya tetap saja. Laki-laki yang apaapanya harus ditunjukkan ke socmed sepertinya agak berlebihan menurut saya.

#cumacerita 

Saturday, August 3, 2013

#1


We cannot  choose in which family where we will be born.
And for that reason, I've born in my current family.
I'm Hindu, because I was born in Hindu's family.
When I was elementary student, my religion teacher told me, "All of we are the same, no matter in what religion we are. Because all of us are the same, God creatures"
In my family, I've taught to be honest, to be kind to every people, animals, trees and the other species. *aha!*
But as a human, I'm not perfect. There's a lot of things surround me, for almost 22 years my life, have irritated or hurt by myself. I've did a lot of things wrong, I've talked so much about the others lack and bad sides. I've a lot of bad thought about people and anything surround me. *I'm so sorry for that*
Sometimes I wish I can be another me. Who has a really good attitude, can give happiness to other people without being mean. And then I realize that I can't change myself. I can't be another person.
I always envy to other people that have something more than me *in my opinion*
I realize, this is my way.
This is my Karma
Why I lived in my current family, it is because Karma
Why I had all of my life today, is has to be my Karma, maybe in my last time in this world *before me right know* I've doing a lot of good and bad things, that I had to paid today.
Yeah, I believe in Karma.
Why?
*I'll write it next, cuz I need to go home right now*
_etjie_

Saturday, May 18, 2013

Perjalanan ke Kantor

Setiap hari, sebagai pegawai yang baik, *sekalian bersyukur udah dapet kerjaan* saya harus berangkat ke kantor dong.. :)
Berhubung di kantor saya adalah satu-satunya pegawai perempuan yang masuk dinas shift (maksudnya jadwal kerja gak ngikutin tanggalan, merah ato hitam di kalender tetep kerja kalo emang jadwalnya) jadi saya diminta untuk dinas pagi dan siang saja...
Dinas pagi mulai jam 7 pagi sampai jam setengah 2 siang, sedangkan dinas siang mulai jam setengah 2 siang sampai jam 8 malam...
Perjalanan dari rumah ke kantor naik motor, kira-kira 20 menit *kalo gak macet*. Rutenya menurut saya cukup menarik, berhubung saya suka memperhatikan jalanan sekitar sambil mengingat lokasi pedagang cemilan *ups*.
Keluar dari rumah, saya akan melihat pura yang letaknya tepat didepan rumah saya. kemudian di kiri jalan ada sungai, yang kalau di Bali sungai disebut dengan "tukad" yang bernama Tukad Badung. Setiap pagi, ada saja orang yang memancing ikan disana, *yang penting jangan mancing keributan*. Namanya di Bali, pasti anjing peliharaan orang-orang berkeliaran bebas di jalanan, tapi setau saya mereka sudah dapet vaksin kok :). Pemandangan anjing yang dibonceng pemiliknya naik motor pun sudah biasa di sini, khususnya di Denpasar. Anjing anjing yang dibonceng pemiliknya itu sudah terlatih, sehingga mereka anteng-anteng saja diajak naik motor. *cute deh*
Lanjut ke perjalanan, kalau dinas pagi, toko-toko sudah mulai dibuka. Dan lewat di jalan Gajah Mada nih, ada deretan toko-toko, mirip deretan toko di Malioboro, Jogja itu loh. Jalan Gajah Mada ini seringan rame, malah tidak jarang macet, karena selain deretan toko, disini ada dua pasar yang cukup terkenal baik dikalangan orang Bali maupun wisatawan, yaitu Pasar Bading dan Kumbasari yang sepertinya hampir tidak pernah sepi *kecuali di hari Nyepi* hehehe.
*gambar saya ambil dari www.balebengong.net*
Lewat kedua pasar itu, saya akan menuju jalan Sumatera, disana juga masih ada banyak deretan toko seperti di jalan Gajah Mada. nah tapi disini spesialnya yg dijual buah-buahan dan oleh2 Bali. :)
Lanjut belok kiri di perempatan daerah Suci itu.. menuju jalan Mayjen Sutoyo.. Nah ini daerah yang paling saya suka, walaupun sering macet, tapi di sebelah kanan jalan ada deretan Florist. Saya paling suka ngeliatin bunga mawar merah yang dipajang di florist2 itu. Cantik dan anggun banget :)
Lanjut, menuju jalan P.B Sudirman... Nah disini daerah pertokoan, kampus dan juga ada mall, rame deh. Apalagi jalanan ini juga salah satu jalan menuju ke lapangan Renon. Disini juga komplek perumahan milik tentara sama polri juga. Di pinggir jalan di pagi hari, biasanya ada bapak-bapak yang jualan anak anjing di pinggir jalan. *aaa mauuuu*
Oke lanjut, nanti bisa telat kalo kelamaan mantengin anak anjingnya :P Sampai di ujung, belok kanan di lampu merah yang ada SMAnya... nah kita akan sampai di daerah Pasar Sanglah. disini juga, namanya juga pasar, gak pagi, gak siang pasti rame :) tapi seru!!! Cuma kadang sebelnya orang-orang yang keluar dari pasar sering nyebrang sembarangan *bikin kaget*.
nah di pertigaan belok kanan deh, ketemu lampu merah, terus belok kanan menuju jalan yang namanya pake "Pulau-Pulauan" *gak hafal nama jalan*.. disini ada beberapa rumah sakit juga, ada yang negeri ada juga yang swasta. Semuanya sering kali ramai, apalagi kalo ada anak2 yang praktek di sana. :P
Yasudah dari lampu merah belok tadi, luruuuuuuus terus ikutin jalannya, nanti ada deh sebelah kiri jalan tulisan "Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar" nah, itu dia kantor tempat saya bekerja :)
Ffyuhh... sampai juga deh,
Mari bekerja!!!!
eh, tunggu, ada kelinci di taman alat!!! Waaaaa... *Kejar kelinci*
-end-
Oia, belum sempat foto2 sendiri, kapan2 saya upload foto2 denpasar deh.. *kalo inget* hihihi

Friday, March 22, 2013

Karena Kamu, Ya, Kamu.

Hari itu aku melihatmu lagi, setelah berjalan di penantian panjang
Memimpikan kamu, yang tak pernah absen dari mimpi malamku
Semuanya masih tetap sama, seperti saat terakhir aku melihatmu,
Dan hatikupun masih tetap sama,
Berdegup kencang saat memandangmu, bahkan hanya dengan bisikan lembut angin yang membawa suaramu, hati ini bergetar..
Hari inipun demikian, aku melihatmu berjalan menyusuri jalan setapak berkerikil.
Aku mengenalmu, walaupun dalam radius 2 km dan mata minusku tanpa kacamatanya
Aku mendengar bisikan lembut angin membawa suaramu,
Aku melihat bayanganmu dalam terik sang surya, dan aku masih tetap merasakan hadirmu di mimpiku..
Degup jantungku semakin kencang, saat kulihat kau berbalik ke arahku dan melambai,
Aku terkesiap, tak siap menyapamu pagi ini. Tapi bibirku menyunggingkan senyum tulus.
Berjalan di sebelahku, gadis beruntung yang kau pilih sebagai orang terdekatmu.
Aku masih berjalan, menyusuri jejak-jejak kakimu, melihat efek mentari terbit di belakangmu,
Kenanganku kembali pada masa itu,
Aku mendengar kembali suaramu saat menyanyikan lagu cinta, yang kukira untukku
Aku salah mengartikan tatapanmu, sikap tulus dan pujianmu sebagai tanda cinta
Aku salah mengharapkanmu terlalu banyak, menjadi pendampingku
Tapi aku tahu cintaku tak salah meski tak berbalas.
Aku masih bisa memandangmu dari tempatku, mendengar bisikan lembut angin membawa suaramu, menggandeng tanganmu dalam mimpiku
Aku masih tetap bisa, walau kita tak akan pernah bersama
Degup jantungku masih sama seperti sebelumnya,
Walau bertahan melawan duka, tapi cintaku padamu, yang tumbuh karena kesalahpahaman, terlalu kuat untuk kucabut.
Maka kuputuskan membiarkan semuanya berjalan beriringan dalam waktuku,
Jalanku, jalanmu, dan jalannya
Kubiarkan rasaku menuntunku pada cinta yang memang tercipta untukku
Membalas degup jantungku irama cinta senada darinya
Karena kamu, aku merasakan jatuh cinta, meski tak berbalas, dan aku mensyukurinya
Karena kamu, walau bukan untukku, telah hadir mengisi ruang hampa dalam hatiku,
Untukmu,
Termakasih.

Wednesday, March 20, 2013

kenalin anggota kamar

ini dia anggota kamar saya...
Ada beragam bentuk boneka...
semuanya punya makna tersendiri dan ada kenangannya...
dan setiap kenangan itu milik "kami", aku dan dia...
si penyu besar, namanya Cello... saat itu saya sangat ingin boneka kura2, setelah beberapa minggu mencara tapi gak ketemu, akhirnya menjumpai Cello di sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan *hehehe*
bebek couple, namanya Mimi dan Fafa, adalah hadiah ulang tahun dari "dia" yang tahu kalau saya sangat suka bebek :)
gorila, namanya siapa yah? Belum namain... tanya "dia" aaah.. hehehe
pokoknya, semua boneka yang beragam bentuknya ini aku suka dan aku bela2in bawa dari kosan ke rumah waktu penempatan... dimasukin ke tas gede yang jadi gedeeee banget...
:)

Sekilas Cerita tentang Penempatan

Halo,
Hari ini saya ingin menceritakan beberapa hal mengenai Penempatan saya,
walaupun sudah hampir 3 bulan saya berada dan bekerja di kantor penempatan tapi ini adalah posting pertama saya mengenai penempatan ini..
Pengumuman penempatan pertama kali saya dapatkan dari informasi salah seorang teman yang kebetulan mempunyai informasinya...
Lho kok penempatan?
Jadi ceritanya begini, saya kebetulan diterima di sebuah kampus yang berikatan dinas dengan sebuah instansi pemerintah, singkat cerita, kuliah disana akan langsung diterima sebagai pegawai di instansi pemerintah tersebut (kalau berhasil lulus sampai diwisuda). Nah, untuk itu, saya dan teman-teman saya di kampus dipersiapkan untuk ditempatkan dimana saja, di seluruh Indonesia, termasuk di daerah yang bahkan namanya belum pernah saya dengar.
Oke, lanjut ke cerita
Saya sendiri mendapat penempatan yang cukup membahagiakan, kembali ke kampung halaman saya, di Bali, tepatnya di Kota Denpasar. Kedua orangtua saya tinggal di Denpasar, walaupun asal bapak saya adalah Singaraja.
Walaupun demikian, tidak semua teman-teman saya mendapat penempatan sesuai dengan harapan ataupun tempat asal mereka, jika saya boleh jujur, saya merasa senang tapi juga sekaligus tidak enak, mendengar beberapa teman berkata *dengan nada menyindir* "kamu sih enak penempatan pulang kerumah jadi gajinya utuh dan bisa nabung".
Sebenarnya apa yang mereka katakan terkadang tidak melihat seperti apa keadaan sekitar, termasuk yang dikatai, karena apa yang kita lihat kan belum tentu apa yang orang tersebut rasakan.
Saya menyadari kalau saya sendiri juga terkadang *bahkan sering* seperti itu, menilai seseorang dari apa yang saya lihat, tapi saya sudah belajar sejak awal masuk kuliah, bahwa melihat keadaan seseorang bukan hanya dari apa yang kita lihat tapi apa yang mereka lihat juga, menilai seseorang baik atau buruk bukan hanya dari sudut pandang kita saja, tapi juga dari sudut pandang si pelaku. Jadi akan lebih baik untuk tidak berpendapat jika tidak tahu sesuatu dari sudut pandang yang lain.
Saya mendapat penempatan di rumah bukannya tanpa bantuan orang lain, tentu saja ada orang-orang yang selalu mendoakan saya agar bisa penempatan kembali kerumah, salah satunya almarhum kakek saya. Beliau selalu menyemangati saya dan selalu menantikan kapan saya akan ditempatkan di Bali agar keluarga kami bisa berkumpul kembali, bahkan sampai pada akhir hayat beliau.Terakhir kali saya pulang ke Singaraja *kampung bapak saya* adalah sekitar 3 minggu sebelum kepergian kakek (sekitar bulan September) kebetulan saat itu saya sedang liburan semester 5, kakek saya sudah sakit tapi masih mampu berbincang-bincang dengan saya. Beliau menanyakan berapa lama lagikah saya akan tinggal di Jawa *maksudnya Tangerang karena bagi orang-orang tua di kampung saya, keluar Bali namanya Jawa hehehe*. Saya hanya bisa menjanjikan, kalau tidak ada halangan Desember saya akan kembali ke Bali sebelum ditempatkan. dan itu terakhir kalinya saya berjumpa dengan kakek saya, karena 2 hari setelah keberangkatan saya ke Tangerang untuk melanjutkan kuliah, kondisi kakek memburuk sehingga harus dirawat di rumah sakit selama sekitar 10 hari di ruang ICU. Sehari sebelum kakek meninggal, beliau sudah tidak sanggup berbicara, sementara saya yang saat itu sangat ingin pulang tidak bisa pulang karena tidak ada biaya sehingga saya berinisiatif untuk berbicara dengan kakek lewat telepon, berkata saya mengikhlaskan jika memang sudah waktunya bagi kakek untuk meninggalkan kami. Ternyata walaupun tidak sanggup berbicara, kakek mengeluarkan air mata . orangtua tidak sanggup membelikan tiket karena kondisi keuangan apalagi dengan kakek yang dirawat di rumah sakit. Bahkan saat kakek meninggal dan dikuburkan saya tidak bisa pulang masih dengan alasan yang sama.
Masih teringat semangat kakek ketika saya berangkat untuk kuliah yang berikatan dinas, sebagai cucu pertama dari garis keturunan laki-laki dalam keluarga saya, karena tahu kalau lulus kuliah nanti akan langsung mendapat pekerjaan. begitu juga saat penempatan saya ditunda, kakek masih terus menyemangati.
Setelah saya dipastikan mendapat penempatan di Bali, sayang sekali kakek bahkan tidak sempat saya belikan gule kambing kesukaannya dengan gaji saya sendiri. :')
Tapi bagaimanapun, saya yakin, penempatan di Denpasar ini tidak lepas dari doa almarhum kakek, doa orangtua saya dan keluarga saya yang lainnya.
Tak henti saya memanjatkan rasa syukur atas amugrah Tuhan, sehingga saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga saya, merayakan Nyepi, Galungan Kuningan dan yang lainnya bersama kembali. :)