Halo

Selamat datang di blogku

:D

Semangat!!!

:D

Bahagia adalah hakmu, jangan biarkan orang lain menentukannya untukmu

:D

Jangan lupa, setiap kali kau beruntung berarti satu lagi doa ibumu dikabulkan

:D

Ingatlah untuk selalu berbahagia

Sunday, July 13, 2014

Bangun Pagi? Kenapa sih?

Halo semua, hari ini saya mau share sedikit pengalaman dan pendapat mengenai kiasan klasik yang sering diucapkan oleh orang tua kita... "Orang yang bangunnya siang nanti rejekinya dipatok ayam"
Pasti sudah banyak yang denger kalimat itu kan?
Sebagai anak muda yang merantau ke negeri orang (padahal masih satu negara) saya sendiri merasakan kalau nasehat klasik itu ternyata ada benarnya.. Kenapa sih? Ini dia beberapa alasannya :



1. Bangun Pagi itu Membuat kita lebih BAHAGIA
Bahagia? Kenapa harus di capslock? karena bahagia itu hal sederhana yang sulit ditemukan oleh orang-orang. Dengan bangun pagi, menurut penelitian yang dipresentasikan oleh Dr Joerg Huber di Konferensi Kesehatan Dunia tahun 2011 seperti dikutip dari merdeka.com orang yang mempunyai kebiasaan bangun pagi akan lebih bahagia dan lebih sehat. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, bangun pagi memang memiliki efek membahagiakan, karena waktu yang saya jalani terasa lebih panjang bersama dengan orang-orang yang saya sayangi.... Saya menyadari mengapa dulu saat ibu saya masih ada, beliau bangun pagi-pagi sekali sebelum kami semua bangun dan menengok ke kamar saya dan adik-adik sambil tersenyum... saya sesekali terbangun karena ibu tiba-tiba duduk di sebelah tempat tidur tapi saya malah tidur lagi.. hehehe... Melihat wajah orang-orang tersayang di pagi hari, akan menambah semangat kita dalam menjalani hari.

2. Bangun Pagi membuat kita lebih banyak BERSYUKUR
Pagi hari adalah waktu dimana keadaan yang sunyi, saya menyukai saat-saat di pagi hari ketika teman-teman dikosan belum bangun dan memulai aktivitas. Sunyi. Dan yang paling saya suka adalah, saya jadi mengingat betapa beruntungnya saya bisa terbangun lagi untuk menjalani hari di pagi ini. Tidak sedikit orang yang berdoa setiap malamnya agar diberi kesempatan untuk bisa melihat matahari pagi esok harinya. Karena itu saya merasa hidup saya sangat beruntung ketika bangun pagi dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada saya. Saya memiliki keluarga walaupun yang tersisa hanya bapak dan kedua adik, saya memiliki sahabat terbaik sepanjang hidup saya yang saat ini jauh dari saya, saya memiliki teman-teman dan rekan kerja dan masih banyak lagi hal yang dapat saya syukuri, terutama di pagi hari. Ingat, bangun pagi itu juga berarti kita diberi 1 lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan hidup kita sebelumnya. :)

3. Bangun Pagi itu menyehatkan.
Walaupun untuk memulai suatu kebiasaan baru itu cukup sulit, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bangun pagi. Bangun pagi itu menyehatkan loh, kalau saya sendiri saat ini sedang dalam suatu misi, berolahraga di pagi hari, karena kalau sedikit lebih siang, saya hanya akan ngerumpi tidak jelas *ups*. Selain itu, kalau di Bali, terutama di kampung saya, bangun pagi udara sejuk masih terasa memenuhi paru-paru saya yang mulai terbiasa dengan polusi di Jakarta *eh*. Beberapa penelitian yang pernah saya baca, kalau bangun pagi itu menyehatkan dan membuat ramping. *ini menjawab pertanyaan kenapa saya sulit gendut, ups*. Maaf tapi saya lupa penelitian dari siapa itu, pas cari di internet bingung. hahaha

4. Bangun Pagi membuat kita lebih siap beraktivitas
Nah yang satu ini, sering dilupakan terutama oleh mahasiswa seperti saya. Bangun pagi itu membuat kita punya waktu ekstra untuk menyiapkan hari, merancang Planning of Day (POD), menyiapkan sarapan atau pergi ke warung sebelah membeli nasi uduk untuk sarapan. Oh iya, mengenai POD akan saya bahas di posting berikutnya saja yah :D... Atau kita jadi memiliki waktu sejenak untuk menenangkan diri, memikirkan apa saja hal yang belum kita capai, bisa saja untuk mencapai mimpi kita dengan memperbanyak relasi dan sebagainya.

5. Bangun Pagi itu LATIHAN
Yang saya maksud latihan adalah, sebagai wanita, yang nantinya akan menjadi seorang istri dan seorang ibu, saya harus membiasakan diri untuk bangun pagi untuk mempersiapkan hari bukan hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk suami dan anak-anak saya kelak... Makanya, terbiasa bangun pagi adalah menjadi salah satu latihan saya sebelum memasuki jenjang itu. Malu dong sama mertua kalau gak bangun pagi. Apalagi saya berencana akan tetap bekerja setelah menikah nanti, mengatur waktu di pagi hari untuk menyiapkan kebutuhan harian keluarga sebelum berangkat ke kantor itu bukan hal mudah. Tapi saya bersyukur punya teladan dari Ibu saya tercinta. Beliau bekerja dari jam 8 pagi - 5 sore di hari senin-sabtu dan 8 pagi - 1 siang di hari minggu, dan saya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang orang tua karena ibu saya selalu bangun pagi sebelum kami semua bangun, dan sepulang kerja beliau selalu punya waktu untuk berbincang dengan kami semua. Belajar dari ibu, saya harus bisa menjadi ibu dan istri yang kuat seperti beliau. Inilah Latihan yang secara tidak langsung ditanamkan oleh ibu saya sebelum beliau meninggalkan kami.

Nah, itu dia manfaat bangun pagi berdasarkan pengalaman pribadi saya. :) Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Selamat beraktivitas :)

Kosan bu Dimun,
Sunday Morning, 13 Juli 2014
etjie :)

Thursday, April 17, 2014

Bukan wanita fashionable

Ini ceritanya curhat
Hehehe
Seseorang pernah bilang ke aku "kamu gak bisa dandan yah?" atau "kamu gak pernah pake baju modis deh"
Aku cuma jawab dengan tersenyum atau menjawab seadanya.
Terlahir di keluarga yang kemampuan ekonominya terbilang kurang, jelas saja aku diajari untuk mengatur dengan baik kebutuhanku dan menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluargaku.
Walaupun sekarang aku sudah jadi pns, tetap saja ada hal lain yang harus aku dahulukan selain fashion dan gadget keren.
Impianku adalah meningkatkan taraf kehidupanku dan adik2ku agar di masa yang akan datang kami bisa menjadi orang yang lebih baik.
Berada di garis menengah ke bawah itu aku pernah merasakannya. Melihat orangtuaku bekerja membanting tulang agar dapat menyekolahkanku aku juga pernah merasakannya.
Melihat tatapan sebelah mata orang kepada keluarga kami, aku juga sangat pernah melaluinya.
Dan sekarang, berkat didikan kedua orangtuaku, aku sudah punya pekerjaan tetap dan kesempatan untuk melanjutkan sekolahku dengan biaya ringan.
Aku sering menasehati adik-adikku agar dapat hidup dengan sederhana, untuk apa mengikuti fashion dan trend gadget yang selalu berubah sementara keadaan kita sendiri di rumah tidak punya?
Nasehat Ibu dulu sewaktu Ibu masih sehat,
Malu lah kalau ingin tampil kaya tapi ternyata tidak punya tapi juga jangan pernah tampilkan ketidakpunyaanmu kepada orang lain untuk belas kasihan.
Karena tangan yang memberi selalu lebih baik daripada yang menerima.
Aku berasal dari keluarga kurang mampu, tapi usaha kami untuk mencapai kehidupan yang lebih baik selalu ada.
Jadi tanpa tampil modis dengan barang2 barupun aku masih tetap bertahan hingga sekarang.
Jangan pernah malu mencapai mimpimu. Karena tercapainya mimpi bukan karena kmu kaya dan modis (atau pura-pura kaya) tapi karena kamu selalu berusaha dan berdoa.
#semangatidiri

Monday, April 7, 2014

Karena cinta itu...

Ini hanya salah satu dari pemikiranku saja
Mengenai cinta
Karena cinta itu berada dalam pengertian yang sederhana maupun yang kompleks
Cinta itu sederhana, jika melihat dari kehidupan orang yang mensyukuri kehidupannya. Sehingga ia bisa melihat segala sesuatu dalam hidupnya dengan pandangan cinta. Hari ini makan nasi dengan lauk tempe saja asalkan menyantap dengan keluarga dan belahan jiwa terkasih sudah terasa nikmat. Karena cinta mengisi waktu itu.
Tapi bukan berarti yang makan tidak bersama belahan jiwa tidak punya cinta lo,
Cinta itu rumit ketika kita melihat dari sisi seorang remaja yang saat ini tengah naksir seseorang, tapi yang ditaksir ternyata naksirnya sama orang lain. Rasanya seisi dunia berlaku tidak adil padanya. Padahal rasa sakitnya itu adalah bumbu kehidupan yang kelak akan menjadikannya lebih kuat dan dapat mencintai dengan sederhana dan bijaksana.
Jadi, hiduplah selalu dengan bersyukur dn mencintai setiap makhluk dengan sederhana.
:)
#renunganuntukdiri

Tuesday, March 18, 2014

Persepsi

Lama tak jumpa keluarga
Aku rindu mereka, hiks.
Tapi apa daya aku harus pergi meninggalkan mereka. Tak sengaja aku bertemu lagi dengan salah seorang teman, sebut saja namanya Bunga seperti di tivi. Hehehe
Dulu, duluuu sekali bunga pernah menyakiti hati ku. Yah aku juga telah menyakiti hatinya tentunya. Sehingga hubungan kami menjadi kurang baik, dan itu berlangsung hingga sekarang.
Saat bertemu beberapa wakktu lalu, hubungan kami masih terasa buruk. Ketika aku mencoba mencairkan suasana dengan menyapanya, dia menjawab dengan seadanya bahkan perasaanku mengatakan dia menjawab dengan perasaan yang sama tidak enaknya.
Kemudian semalam aku menelepon seseorangku yang jauh disana dan menceritakan apa yang Aku alami dengan bunga.
Dia yang disana sebut saja namanya Boo mengatakan sesuatu tentang "persepsi"
Intinya, perasaan kita itu mempengaruhi pandangan atau persepsi kita terhadap sesuatu.
Ketika kita berpandangan negatif terhadap seseorang, maka persepsi kita terhadap orang tersebut akan menjadi negatif seberapa baikpun orang tersebut berkelakuan. Demikian pula sebaliknya.
Dari penjelasan Boo malam itu aku pun berpikir lagi kebelakang.
Sepertinya hatiku masih belum benar-benar mampu memaafkan apa yang telah terjadi diantara aku dan bunga sehingga secara tidak aku sadari pemikiranku terhadap bunga menjadi selalu negatif.
Huft..
Sulit yah memaafkan apa yang telah terjadi.
Saat ini aku sudah mulai berusaha melupakan, memaafkan dan melepaskan semua yang terjadi di mmasa lalu dengan bunga.
Mudah-mudahan dapat memperbaiki hubungan kami di masa yang akan datang.
Terimakasih Boo atas penjelasanmu.
Dan terimakasih sudah selalu bersamaku walaupun terpisah pulau dan lautan
I love you.

Thursday, February 27, 2014

Pergi untuk kembali. Pasti.

#latepost
22 Februari 2014
Berpisah lagi dari keluarga yang sekarang hanya terdiri dari bapak, Dek na dan koming.
Perkuliahan dimulai tanggal 24 februari 2014
Mau tidak mau, walaupun hati masih sedih ditinggal sosok ibu tercinta,
Akku harus berangkat, paling tidak semester depan pulang dengan membawa berita wisuda.
Aku berjanji sama ibu akan membawa beliau ke wisudaku kali ini.
Walaupun raganya sudahh tidak bersama kami lagi, doa dan kenangannya masih selalu menyertai.
Ibu, Bapak. Doa kalianlah yang menjadi bekal semangatku disini.
Restu kaliian sebagai cambuk keberhasilan, untuk membuktikan pada dunia, wanita pun sanggup menjadi panutan dalam keluarga.
Ibu yang kini berada dekat dengan Tuhan,
Doakanlah kami selalu, aku, dekna dan koming agar mencapai kesuksesan dan menjadi anak2 kebanggaanmu selalu.

Monday, February 17, 2014

Satu bulan

14 februari 2014
Genap satu bulan sejak kepergian ibu
Masih sering sedih setiap lihat lemari baju ibu, tempat duduk yg disukai ibu, denger lagu yg sering dinyanyiin ibu.
Tapi bagaimanapun hidup harus tetap berjalan, pasti ibu di sana tidak pernah senang melihat kami terpuruk dalam kesedihan.
Di handphone Ibu, tersimpan sebuah catatan suara Ibu saat masih sehat dulu.
Setiap saat aku rindu, catatan itu aku putar lagi.
Catatan suara berdurasi 3 detik yang isinya "hallo kamu lagi ngapain sih?" yang dibuat saat ibu iseng di waktu senggang dulu sudah cukup mengobati rindu dan mengingatkan bahwa ibu yang selalu bersama kami sekarang sudah tidak kesakitan lagi.
Ibu, aku pasti akan memenuhi permintanmu untuk selalu menjaga kedua adik.
Aku akan tumbuh menjadi wanita dewasa yang kuat, yang mampu menjadi sepertimu bu.

Sunday, February 16, 2014

Selamat jalan, Ibu

#latepost
Selasa, 14 januari 2014
Selamat jalan ibu,
Setelah 8 tahun berjuang melawan penyakit kanker payudara, perjuangan ibu mencapai akhirnya.
Penyakit kanker itu telah mengalami metastase ke hati dan empedu ibu.
Banyak hal yg masih ingin aku ceritakan pada ibu.
Banyak pelukan kasih sayang yang masih ingin aku bagi dengan ibu
Tapi Tuhan terlalu sayang pada ibu sehingga memanggil Ibu lebih dulu
Ibu, aku sangat tersentuh dengan semangat ibu untuk hidup, bahkan semangat itu masih sangat aku rasakan di detik-detik akhir kepergian ibu.
Sungguh bu, aku ingin menjadi wanita yang kuat seperti Ibu.
Wanita yang mampu menyayangi keluarga setulus ibu
Wanita yang mampu mengajarkan berbagai hal indah yanng tersimpan di dunia
Wanita yang selalu waspada pada hal-hal disekitar,
Sungguh Bu, masih banyak hal yang masih belum sempat aku pelajari dari ibu
Dan masih banyak hal di dunia ini yang belum sempat aku tunjukkan padamu bu.
Tapi darimu pelajaran hidup yang sangat berharga telah aku dapatkan
Tentang mencintai dengan tulus, pengorbanan untuk keluarga, pelayanan kasih tiada terkira.
Sungguh Bu, hanya ada satu wanita yang mampu seperti itu.
Hanya kau, Ibu.
Selamat jalan Bu, doa kami -anak-anakmu- selalu bersamamu.
Kami menyayangimu, selalu.