Halo semua, hari ini saya mau share sedikit pengalaman dan pendapat mengenai kiasan klasik yang sering diucapkan oleh orang tua kita... "Orang yang bangunnya siang nanti rejekinya dipatok ayam"
Pasti sudah banyak yang denger kalimat itu kan?
Sebagai anak muda yang merantau ke negeri orang (padahal masih satu negara) saya sendiri merasakan kalau nasehat klasik itu ternyata ada benarnya.. Kenapa sih? Ini dia beberapa alasannya :
1. Bangun Pagi itu Membuat kita lebih BAHAGIA
Bahagia? Kenapa harus di capslock? karena bahagia itu hal sederhana yang sulit ditemukan oleh orang-orang. Dengan bangun pagi, menurut penelitian yang dipresentasikan oleh Dr Joerg Huber di Konferensi Kesehatan Dunia tahun 2011 seperti dikutip dari merdeka.com orang yang mempunyai kebiasaan bangun pagi akan lebih bahagia dan lebih sehat. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, bangun pagi memang memiliki efek membahagiakan, karena waktu yang saya jalani terasa lebih panjang bersama dengan orang-orang yang saya sayangi.... Saya menyadari mengapa dulu saat ibu saya masih ada, beliau bangun pagi-pagi sekali sebelum kami semua bangun dan menengok ke kamar saya dan adik-adik sambil tersenyum... saya sesekali terbangun karena ibu tiba-tiba duduk di sebelah tempat tidur tapi saya malah tidur lagi.. hehehe... Melihat wajah orang-orang tersayang di pagi hari, akan menambah semangat kita dalam menjalani hari.
2. Bangun Pagi membuat kita lebih banyak BERSYUKUR
Pagi hari adalah waktu dimana keadaan yang sunyi, saya menyukai saat-saat di pagi hari ketika teman-teman dikosan belum bangun dan memulai aktivitas. Sunyi. Dan yang paling saya suka adalah, saya jadi mengingat betapa beruntungnya saya bisa terbangun lagi untuk menjalani hari di pagi ini. Tidak sedikit orang yang berdoa setiap malamnya agar diberi kesempatan untuk bisa melihat matahari pagi esok harinya. Karena itu saya merasa hidup saya sangat beruntung ketika bangun pagi dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada saya. Saya memiliki keluarga walaupun yang tersisa hanya bapak dan kedua adik, saya memiliki sahabat terbaik sepanjang hidup saya yang saat ini jauh dari saya, saya memiliki teman-teman dan rekan kerja dan masih banyak lagi hal yang dapat saya syukuri, terutama di pagi hari. Ingat, bangun pagi itu juga berarti kita diberi 1 lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan hidup kita sebelumnya. :)
3. Bangun Pagi itu menyehatkan.
Walaupun untuk memulai suatu kebiasaan baru itu cukup sulit, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bangun pagi. Bangun pagi itu menyehatkan loh, kalau saya sendiri saat ini sedang dalam suatu misi, berolahraga di pagi hari, karena kalau sedikit lebih siang, saya hanya akan ngerumpi tidak jelas *ups*. Selain itu, kalau di Bali, terutama di kampung saya, bangun pagi udara sejuk masih terasa memenuhi paru-paru saya yang mulai terbiasa dengan polusi di Jakarta *eh*. Beberapa penelitian yang pernah saya baca, kalau bangun pagi itu menyehatkan dan membuat ramping. *ini menjawab pertanyaan kenapa saya sulit gendut, ups*. Maaf tapi saya lupa penelitian dari siapa itu, pas cari di internet bingung. hahaha
4. Bangun Pagi membuat kita lebih siap beraktivitas
Nah yang satu ini, sering dilupakan terutama oleh mahasiswa seperti saya. Bangun pagi itu membuat kita punya waktu ekstra untuk menyiapkan hari, merancang Planning of Day (POD), menyiapkan sarapan atau pergi ke warung sebelah membeli nasi uduk untuk sarapan. Oh iya, mengenai POD akan saya bahas di posting berikutnya saja yah :D... Atau kita jadi memiliki waktu sejenak untuk menenangkan diri, memikirkan apa saja hal yang belum kita capai, bisa saja untuk mencapai mimpi kita dengan memperbanyak relasi dan sebagainya.
5. Bangun Pagi itu LATIHAN
Yang saya maksud latihan adalah, sebagai wanita, yang nantinya akan menjadi seorang istri dan seorang ibu, saya harus membiasakan diri untuk bangun pagi untuk mempersiapkan hari bukan hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk suami dan anak-anak saya kelak... Makanya, terbiasa bangun pagi adalah menjadi salah satu latihan saya sebelum memasuki jenjang itu. Malu dong sama mertua kalau gak bangun pagi. Apalagi saya berencana akan tetap bekerja setelah menikah nanti, mengatur waktu di pagi hari untuk menyiapkan kebutuhan harian keluarga sebelum berangkat ke kantor itu bukan hal mudah. Tapi saya bersyukur punya teladan dari Ibu saya tercinta. Beliau bekerja dari jam 8 pagi - 5 sore di hari senin-sabtu dan 8 pagi - 1 siang di hari minggu, dan saya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang orang tua karena ibu saya selalu bangun pagi sebelum kami semua bangun, dan sepulang kerja beliau selalu punya waktu untuk berbincang dengan kami semua. Belajar dari ibu, saya harus bisa menjadi ibu dan istri yang kuat seperti beliau. Inilah Latihan yang secara tidak langsung ditanamkan oleh ibu saya sebelum beliau meninggalkan kami.
Nah, itu dia manfaat bangun pagi berdasarkan pengalaman pribadi saya. :) Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Selamat beraktivitas :)
Kosan bu Dimun,
Sunday Morning, 13 Juli 2014
etjie :)
Pasti sudah banyak yang denger kalimat itu kan?
Sebagai anak muda yang merantau ke negeri orang (padahal masih satu negara) saya sendiri merasakan kalau nasehat klasik itu ternyata ada benarnya.. Kenapa sih? Ini dia beberapa alasannya :
1. Bangun Pagi itu Membuat kita lebih BAHAGIA
Bahagia? Kenapa harus di capslock? karena bahagia itu hal sederhana yang sulit ditemukan oleh orang-orang. Dengan bangun pagi, menurut penelitian yang dipresentasikan oleh Dr Joerg Huber di Konferensi Kesehatan Dunia tahun 2011 seperti dikutip dari merdeka.com orang yang mempunyai kebiasaan bangun pagi akan lebih bahagia dan lebih sehat. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, bangun pagi memang memiliki efek membahagiakan, karena waktu yang saya jalani terasa lebih panjang bersama dengan orang-orang yang saya sayangi.... Saya menyadari mengapa dulu saat ibu saya masih ada, beliau bangun pagi-pagi sekali sebelum kami semua bangun dan menengok ke kamar saya dan adik-adik sambil tersenyum... saya sesekali terbangun karena ibu tiba-tiba duduk di sebelah tempat tidur tapi saya malah tidur lagi.. hehehe... Melihat wajah orang-orang tersayang di pagi hari, akan menambah semangat kita dalam menjalani hari.
2. Bangun Pagi membuat kita lebih banyak BERSYUKUR
Pagi hari adalah waktu dimana keadaan yang sunyi, saya menyukai saat-saat di pagi hari ketika teman-teman dikosan belum bangun dan memulai aktivitas. Sunyi. Dan yang paling saya suka adalah, saya jadi mengingat betapa beruntungnya saya bisa terbangun lagi untuk menjalani hari di pagi ini. Tidak sedikit orang yang berdoa setiap malamnya agar diberi kesempatan untuk bisa melihat matahari pagi esok harinya. Karena itu saya merasa hidup saya sangat beruntung ketika bangun pagi dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada saya. Saya memiliki keluarga walaupun yang tersisa hanya bapak dan kedua adik, saya memiliki sahabat terbaik sepanjang hidup saya yang saat ini jauh dari saya, saya memiliki teman-teman dan rekan kerja dan masih banyak lagi hal yang dapat saya syukuri, terutama di pagi hari. Ingat, bangun pagi itu juga berarti kita diberi 1 lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan hidup kita sebelumnya. :)
3. Bangun Pagi itu menyehatkan.
Walaupun untuk memulai suatu kebiasaan baru itu cukup sulit, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bangun pagi. Bangun pagi itu menyehatkan loh, kalau saya sendiri saat ini sedang dalam suatu misi, berolahraga di pagi hari, karena kalau sedikit lebih siang, saya hanya akan ngerumpi tidak jelas *ups*. Selain itu, kalau di Bali, terutama di kampung saya, bangun pagi udara sejuk masih terasa memenuhi paru-paru saya yang mulai terbiasa dengan polusi di Jakarta *eh*. Beberapa penelitian yang pernah saya baca, kalau bangun pagi itu menyehatkan dan membuat ramping. *ini menjawab pertanyaan kenapa saya sulit gendut, ups*. Maaf tapi saya lupa penelitian dari siapa itu, pas cari di internet bingung. hahaha
4. Bangun Pagi membuat kita lebih siap beraktivitas
Nah yang satu ini, sering dilupakan terutama oleh mahasiswa seperti saya. Bangun pagi itu membuat kita punya waktu ekstra untuk menyiapkan hari, merancang Planning of Day (POD), menyiapkan sarapan atau pergi ke warung sebelah membeli nasi uduk untuk sarapan. Oh iya, mengenai POD akan saya bahas di posting berikutnya saja yah :D... Atau kita jadi memiliki waktu sejenak untuk menenangkan diri, memikirkan apa saja hal yang belum kita capai, bisa saja untuk mencapai mimpi kita dengan memperbanyak relasi dan sebagainya.
5. Bangun Pagi itu LATIHAN
Yang saya maksud latihan adalah, sebagai wanita, yang nantinya akan menjadi seorang istri dan seorang ibu, saya harus membiasakan diri untuk bangun pagi untuk mempersiapkan hari bukan hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk suami dan anak-anak saya kelak... Makanya, terbiasa bangun pagi adalah menjadi salah satu latihan saya sebelum memasuki jenjang itu. Malu dong sama mertua kalau gak bangun pagi. Apalagi saya berencana akan tetap bekerja setelah menikah nanti, mengatur waktu di pagi hari untuk menyiapkan kebutuhan harian keluarga sebelum berangkat ke kantor itu bukan hal mudah. Tapi saya bersyukur punya teladan dari Ibu saya tercinta. Beliau bekerja dari jam 8 pagi - 5 sore di hari senin-sabtu dan 8 pagi - 1 siang di hari minggu, dan saya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang orang tua karena ibu saya selalu bangun pagi sebelum kami semua bangun, dan sepulang kerja beliau selalu punya waktu untuk berbincang dengan kami semua. Belajar dari ibu, saya harus bisa menjadi ibu dan istri yang kuat seperti beliau. Inilah Latihan yang secara tidak langsung ditanamkan oleh ibu saya sebelum beliau meninggalkan kami.
Nah, itu dia manfaat bangun pagi berdasarkan pengalaman pribadi saya. :) Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Selamat beraktivitas :)
Kosan bu Dimun,
Sunday Morning, 13 Juli 2014
etjie :)










