Thursday, June 14, 2018

Hasil pemeriksaan

Halo, lama tak bersua.
Sudah banyak yg aku lalui selama beberapa tahun tak menceritakannya disini
Hmmm mulai dari apa ya?
Wisuda?
Dilamar?
Menikah?
My first pregnancy?
My first miscarriage?
~~~~~~~~
Way too much, jika diceritakan, karena banyak hal sudah terjadi dalam hidupku.
Sebenarnya menulis ini adalah semata mata untuk mengingatkan kepada diriku dimasa depan, betapa banyak hal yg sudah aku alami selama ini
Betapa lemah sekaligus betapa kuatnya diriku sendiri dengan atau tanpa support dari orang orang di sekitarku.
Setelah kehamilan pertamaku, yg kulalui sendiri, karena suami tinggal di pulau lain, ternyata aku harus menghadapi kenyataan pahit, keguguran! Di awal masa pernikahan, dan saat aku hanya tinggal bersama mertuaku.
Hatiku hancur sehancur hancurnya, tapi belum habis masa sulit itu, aku dihadapkan pada sebuah masalah baru.
I feel something round in my left breast. Round. Moveable. I.feel.empty.
Then my unconscious mind bring me back to 2006, where the young me, saw her mother having a lot of medical check up because she has a tumor. In her left breast. Then I start to panic! I do remember every day, since my mom is suffering, because of her breast. That f***in' breast cancer.
Back to the reality.
Now I'm lucky enough to has this freaking breast. I must said that I'm lucky. And I hope my sisters aren't lucky enough to pass this in their DNA.
Dan ketika aku menceritakannya kepada suamiku, tentu saja hal pertama yg dia lakukan adalah panik. Bersama.

Karena dia sangat tau, bagaimana kehidupan keluargaku, ketika penyakit ibuku mulai parah.
Hari itu kami berusaha saling menguatkan. Walaupun aku tau dalam hatinya iapun sangat khawatir.
Aku berusaha menjalani hidup dengan normal, namun di suatu waktu, aku down. Sampai akhirnya suamiku memutuskan untuk segera cuti dan menemaniku melakukan pemeriksaan.
Akhirnya kami melakukan pemeriksaan, di rumah sakit Balimed, kebetulan saat itu seorang teman memberi tahu tentang usg payudara.
Tidak perlu waktu lama sampai kami mengetahui hasilnya.
Dan hasilnya. Di luar dugaan.
I have TWO abnormal cells in my left breast.
TWO!!!
~~~~~~~~
I feel weak. But my husband was more than shock. He was the one who cried. He was so worried.
Then we back to our routine, but we are still looking for medication.
Dokter menyarankan untuk melakukan biopsi, tapi aku masih sangat ragu.
Mengingat kondisi ibuku setelah melakukan perawatan medis.
Di setiap perjalanan itu, tidak satu kalipun aku mengijinkan diriku untuk menangis di depan suamiku.
Karena aku tau, orang yang paling takut saat ini justru adalah suamiku.
Aku ingat, beberapa hari setelah pemeriksaan, saat kami berbincang dikamar, aku bersandar di lengannya, dan kata kata suamiku malam itu sungguh sangat jelas aku ingat. "Sayang, cepet sembuh na ya. Kita belum sempet jalan-jalan ke Sumba kan, ke jogja juga." Karena kata kata itu seluruh pertahananku runtuh di depannya. Untuk pertama kalinya, aku menangis sampai tidak mampu berkata kata lagi saat itu. Bersyukur lampu kamar sudah dimatikan saat itu, tapi suamiku seolah tau, aku berusaha menyembunyikan air mataku dengan rambutku, tapi jarinya menyentuh pipiku yg basah karena air mata.
~~~~~~~
Bagi orang lain mungkin kata kata itu tidak ada artinya, tapi bagiku, itu adalah salah satu ungkapan sayang sekaligus rasa takutnya suamiku kehilangan.
Suamiku tidak romantis, tapi selalu ada bagian dari dirinya yang menyentuh dasar hatiku.
Malam itu pula, setelah 6 tahun pacaran dan 8 bulan menikah, aku merasakan lagi debaran jantung tak terkendali seperti awal kami pacaran dulu. Dan hal ini mengingatkanku, perjuangan kami belum usai. Masih ada hal yang harus kami selesaikan.
Mencari pengobatan.
Aku harus sembuh, demi suamiku. Demi adik adikku. Dan demi bapakku.
~~~~~~~


Menulis sambil merindukan suamiku,
17 April 2017

0 comments:

Post a Comment

Please leave your comment